Langsung ke konten utama

Bu, anakmu gagal

Bu, anakmu gagal.
Lagi-lagi dipencundangi kehidupan.
Semua terasa kacau.
Ingin kumuntahkan segala keluh kesah, tapi yang terucap cuma,
"Bu, ada yang rame di tv?"

Kau, seperti biasa, membalas dengan deretan sinetron kesukaanmu, lantas bertanya kabarku dengan antusias.
Seolah-olah, satu-satunya kisah yang bisa mengalahkan sinetron favoritmu hanyalah tentang hidupku, dan aku adalah jagoanmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

dan waktu airnya tenang gue baru sadar..

Gue nggak nyari jawaban di sini, cuma butuh diem sebentar. Setiap lemparan kail bukan cuma soal dapet ikan, tapi soal ngasih waktu buat pikiran gue jalan sendiri. Dan waktu airnya tenang, gue baru sadar—gue juga pengen setenang itu. Gue cuma duduk di atas perahu. Nggak ada suara selain angin... dan pikiran gue sendiri. Nggak semua hal harus dijawab sekarang. Ada waktunya diam justru jadi cara paling jujur buat ngerti. Dan kalaupun nggak nemu apa-apa hari ini, gue tetap bersyukur udah ada di sini.

.

 kadang, aku suka mikir hidup ini tuh lucu ya Ada hari di mana semuanya berat — rasanya pengen ilang aja dari radar semesta. Tapi tiap kali aku nyerah, selalu ada hal kecil yang narik lagi buat bertahan. Mungkin hidup gak seindah harapan, tapi ternyata harapan bisa sesederhana: “aku masih di sini, dan itu cukup.” Soalnya ya… mati sih kelihatannya damai, tapi… utang seratus ribu aja belum dibayar